1 (Novel "David")

Saturday, 23 April 2011

Waktu. Bagaimana rupanya? Tentangnya, orang-orang selalu berbincang dengan cemas dan gamang, seakan sedang membincangkan peristiwa dan ancaman yang sebentar lagi pasti dating menimpakan kelam.
Lelaki itu mengerti, meski sudah berabad-abad menjadi saksi atas solah tingkah waktu, ia tak bakal dapat memetakan rupa waktu. Karena waktu adalah hantu. Hantu yang menyelimuti seluruh hidup manusia, baik dan buruk, dan benar dan salah. Hantu yang piawai menyaru jadi apa saja hingga rupa aslinya tak pernah pasti. Yang pasti adalah waktu lebih digdaya dan berkuasa dari Negara dan cinta.
Tapi orang-orang tak juga berhenti melakukan usaha sia-sia untuk memetakan rupa waktu. Mereka penjarakan waktu dalam bingkai-bingkai jam, kalender, tarikh—dan paras waktu selalu gagal mereka dapatkan. Sejarah adalah bukti terbesar kegagalan manusia dalam berurusan dengan waktu. Dan lukisan, foto, lagu, sastra, film-film tua dan baru, adalahbukti-bukti kuat yang lain dari kesia-siaan usaha manusia untuk mengekalkan semua yang pernah ada ketika waktu masih ranum dan menyenangkan, sedang waktu membalas perlakuan orang-orang kepadanya dengan lebih kejam: ia dera semua yang berurusan dengannya. Dan orang-orang itu, o betapa mengenaskan!
Mereka berkata bahwa buku harian dapat menyelamatkan diri mereka, karena sebuah buku harian mau menampung keluh kesah dan penggal-penggal waktu yang selalu membuat mereka lelah. Tapi mereka salah. Kelam dan kemelut di buku harian hanya menegaskan kebuasan waktu, dan semua yang sempat tercatat, entah kemenangan perang, kematian presiden, desir angin, rintik hujan, Cuma serpihan kecil dalam biografi waktu yang sarat kemenangan.
Seperti apa rupa waktu?







Sumber : Novel “David”
Karya : An. Ismanto
Penerbit : Grafindo Litera Media
Tahun : 2006

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers